Tata cara ta,aruf online

Cerita Ta’aruf Saya Yang Tidak Berhasil Tetapi Menemukan Banyak Pembelajaran

Apakah proses taaruf itu segampang dan semudah Dinda Hauw ? Jawabannya jelas tidak. Apakah proses taaruf yang berlangsung selama 2 hingga 3 bulan pasti selsai di pelaminan? Lagi-lagi, jawabannya, tidak. Banyak yang gagal, tergolong saya.

Jikalau ditanya alasannya, jawabannya ialah sebab aku tak mau pacaran mirip pada umumnya orang. Otomatis, ketika ingin menikah, jalan yg aku tempuh yakni taaruf. Ada orang ketiga selaku perantara, yaitu kakak saya sendiri.

Cerita Taaruf Pertama Saya

Hal pertama yg dilakukan yakni menyiapkan mental. Saya rasa problem mental yakni yg paling penting. Sekali lagi, taaruf itu tidak semudah yg kami kira dan bayangkan.

Tata cara ta,aruf online

Cerita Pendaftaran Ta’aruf Oline

Proses selanjutnya, dalam Gambaran taaruf online indonesia kita mesti menciptakan CV atau Daftar Riwayat Hidup. Taaruf udah kayak mau melamar gawe aja. Bedanya, CV taaruf harus ditambahi standar calon pasangan, visi, dan misi berumah tangga. Kadang saya mikir taaruf kayak mau membuatorganisasi juga. Untuk yg lain, mirip sama isi CV lamaran pekerjaan. Jangan lupa foto close up/full body terbaru. Coba jikalau 3×4 aja, udah kayak melamar CPNS.

Ada dua tata cara taaruf yang aku tahu. Kalau saya lalu dengan bertukar CV. Dari CV itu, saya mampu mengetahui foto dan latar belakang calon pasangan. Dari menganalisis CV, kita bisa menetapkan bagi melanjutkan ketahap berikutnya atau tak. Jawaban itu disampaikan lewat pihak ketiga. Makara tidak segera pada kandidat pasangan.

Berbeda lagi dengan mereka yg sebelumnya sudah saling mengenal tetapi tidak ingin pacaran. Ada pihak lelaki yang dengan berani langsung menemui orang bau tanah pihak wanita dan mengutarakan niatnya secara langsung dengan menenteng CV atau tanpa CV. Karena sebelumnya mereka sudah saling mengenal, CV bisa menyusul. Kayak melawar kerja tapi udah kenal orang dalam. Udah, tiba lalu untuk wawancara.

Ada juga yg sudah saling mengenal, misalnya teman kuliah. Perasaan yg diutarakan harus disampaikan melalui pihak ketiga. Enggak langsung. Kalau orang bilang jangan ada orang ketiga di antara kami, taaruf justru butuh adanya orang ketiga itu. Aku jadi seru sendiri saat membayangkan ribetnya jadi “orang ketiga taaruf”.

Dulu, hanya aku yang bikin CV. Pihak pria nggak bikin alasannya adalah abang aku sudah mengenal baik pihak laki-laki tersebut. Kakak saya menganggap bahwa pria ini sudah sesuai dengan tolok ukur yang aku inginkan. Saat itu, aku ketika menjawab iya. Proses taaruf berlanjut ketahapan berikutnya, yaitu meeting. Makara memang beneran kenal orang dalam dulu.

Persiapan Menjalankan Proses Taaruf Online

Pada tahapan ini, aku tekankan kembali bahwa persiapan diri khususnya mental itu penting. Untuk kejenjang pernikahan atau cuma sekadar penasaran dengan proses taarufnya? Hmm, jangan lanjut, kalau cuma itu alasannya adalah.

Pada tahap pertemuan inilah, buat kali pertama, saya melihat secara langsung calon pasangan. Enaknya, sih, untuk mereka yang sebelumnya sudah mengenal, setidaknya rasa ketakutan bercampur nervous itu sedikit menyusut. Dan ingat, rapat pun mesti ada pihak ketiga. Nir boleh cuma berdua saja.

Dipertemuan itu saya ditanya, mau lanjut atau tidak. Untung nggak disuruh lambaikan tangan jikalau mengalah kayak uji nyali. Ketika kedua kandidat pasangan sama-sama menjawab iya, proses akan berlanjut sampai kejenjang pernikahan.

Jika cuma satu pihak yang menghendaki, proses itu akan terhenti. Ketika kedua pihak sama-sama resah dan belum percaya, akan diberi waktu lagi. Ingat, ini taaruf, nggak ada fasilitas phone a friend atau ask the audience. Kalau saya lalu kurang lebih sesuatu minggu waktu yg diberikan.

Berdoa

Dan disinilah kunci sepertiga malam itu bekerja. Kalian harus sungguh-sungguh kencengin doa dan berserah pada Allah. Karena jikalau kita tidak optimal dalam berdoa, kesannya juga tidak akan baik. Yang ada kalian malah akan galau. Dengan berbagai argumentasi saat itu aku memilih tak melanjutkan lagi. Dan hasilnya, taaruf aku gagal.

Saran saya buat kami yg mau taaruf, jangan terlampau banyak menetapkan standar pasangan. Semakin banyak standar, makin sulit ketemu yang cocok. Karena yang berdasarkan kalian baik, belum tentu baik di mata Allah. Dan sebaliknya, yg menurut kalian itu buruk, itulah yg terbaik di mata Allah.

Salam untuk kita yang masih setia dengan kesendirian. Jangan lupa selalu berdoa dan perbaiki diri. Semoga kalian segera dipertemukan dengan jodoh terbaik. Tentu saja sesuai dengan yg Allah mau, bukan yang maunya kalian aja.

Bagi kami yang memang sudah menemukan pujaan hati, segeralah menikah. Lalu jika anda telah diberikan buah hati, kamu bisa mencoba melihat nama untuk buah hati yang mempunyai nama bayi islami yang indah dan baik.

Apakah proses taaruf itu segampang dan semudah Dinda Hauw ? Jawabannya jelas tidak. Apakah proses taaruf yang berlangsung selama 2 hingga 3 bulan pasti selsai di pelaminan? Lagi-lagi, jawabannya, tidak. Banyak yang gagal, tergolong saya. Jikalau ditanya alasannya, jawabannya ialah sebab aku tak mau pacaran mirip pada umumnya orang. Otomatis, ketika ingin menikah, jalan yg…